logo

bg-h4-whiteKolumnis


Sabtu, 20 Jan 2018 | 08:57

Lampu Hazard, Sudah Perlu gak sih di Sepeda Motor Tanah Air?

Penulis : Elang - Editor : Elang
img1

img1

Elang

Hai Bro, ini opini Elang tentang lampu Hazard, beberapa waktu terakhir ini di beberapa blog sudah mulai banyak mengulas tentang penggunaan lampu Hazard di sepeda motor. Ini berkaitan karena sudah semakin banyaknya motor-motor baru keluaran pabrikan yang sudah dibekali fitur lampu Hazard sebagai "gimmick". Opini Elang kali ini langsung aja ke sebuah pertanyaan, sudah perlukah fitur ini harus ada di sepeda motor tanah air?

Kenapa Elang bertanya seperti ini padahal dasar hukum penggunaan lampu Hazard di kendaraan sudah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas, tepatnya UU No.22 Tahun 2009 di Pasal 121 ayat 1 yang berbunyi.

"Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau Parkir dalam keadaan darurat di Jalan"

Melihat tahunnya sepertinya aturan ini masih muda belum sampai satu dekade ya, namun Elang yakin dari generasi ortu kita sampai generasi zaman now sudah banyak tau apa itu fungsi lampu Hazard. Secara alam bawah sadar akan cepat menjawab, "untuk isyarat dalam kondisi darurat" nah itu pasti yang terlintas.

Elang tekankan sekali lagi disini bahwa fungsi lampu ini tak lebih hanya untuk kondisional dalam kondisi benar-benar darurat atau dalam kondisi bahaya. Diluar kondisi itu Elang boleh katakan haram lampu ini digunakan, kenapa? Penggunaan hazard di kondisi yang tak semestinya digunakan justru akan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.

Contoh di kala hujan, banyak mobil yang malah menghidupkan lampu hazard sepanjang jalan. Kalau sobat pernah berada di belakangnya pasti kerja mata akan lebih capek melihat dua lampu mobil didepan berkedap-kedip sepanjang jalan.

Case lain di perempatan, banyak mobil yang salah kaprah ketika hendak lurus malah mengaktifkan lampu Hazard, untuk apa? Apa di masyarakat kita aja ya yang memaknai masuk perempatan kudu pasang lampu hazard? Ini keliru, bikin bingung kendaraan di belakang, hendak belok kemana sebetulnya ini mobil.

Oke balik ke tematis di sepeda motor. Elang rasa (yap ini pure opini) untuk budaya kita di Indonesia, belum saatnya fitur lampu hazard diberikan di motor-motor kecil yang akan berpotensi banyak disalahgunakan dalam penggunaannya. Kalaupun pabrikan ingin memberikan fitur ini dengan alasan menambah keselamatan, batasi mulai kasih di segmen motor-motor berdimensi dan berbobot berat seperti motor 250cc yang rata-rata punya bobot 170an kilo seperti halnya Maxi Scooter.


Kolumnis adalah fitur citizen journalism, setiap konten (teks, foto, video dan infografis) menjadi tanggung jawab kolumnis (penulis) itu sendiri. Redaksi Otojurnalisme.com tidak bertanggungjawab atas segala tuntutan dari pihak manapun atas konten yang ditayangkan oleh kolumnis.
SHARE THIS ARTICLE :

Profile

Elang
elang.otojurnalisme.com

Join Date : Rabu, 19/10/2016 19:57

Pojok Kolumnis


ARIPITSTOP
Aripitsto
Rilis
Rilis
Elang
Elang
OtoXplore
Otoxplore
Dhika
Dhika
Mr. OtoMen
Mr. Otome
SW218
Sw218
Holiday Driving Experience
Holiday D

Video

logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: [email protected]
Facebook
Twitter