logo

bg-h4-whiteKolumnis


Jumat, 22 Mar 2019 | 22:30

Sabar Kunci Aman dan Selamat di Jalan

Penulis : Elang - Editor : Elang
img1

img1

Elang

Hai Bro, jumlah kendaraan yang mengisi jalanan kian hari semakin ramai. Tak ayal kondisi ini semakin mudah memicu terjadinya gesekan-gesekan di jalan raya dari mulai senggolan kecil hingga kecelakaan yang melibatkan pengguna jalan raya.

Masing-masing pengguna jalan memanfaatkan jalan raya untuk cepat menuju ke tempat tujuan. Berbagai latar belakang, pengalaman dan keterampilan berkendara bercampur menjadi satu mengisi sesaknya jalanan raya. Apalagi di jam-jam sibuk berangkat dan pulang kerja.

Nah melihat kondisi ini bagi kita tentu semua berharap saat menggunakan sarana jalan raya ingin aman dan selamat sampai di tempat tujuan. Untuk itu perlu ikhtiar sebisa mungkin menghindari hal-hal yang beresiko yang bisa merugikan, tak lupa juga tentunya selalu diawali do'a.

Selain skill dan pengalaman berkendara, kontrol emosi menurut Elang perlu dikedepankan di jalan raya. Karena tak sedikit orang yang tadinya terampil berkendara menjadi hilang fokus ketika terpancing emosi atas satu kejadian di jalan. Bahayanya hilang fokus ini menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Salah satu contoh misalnya pengendara motor, hanya karena disalip kasar oleh pengendara lain emosinya langsung terpancing dan salip balik. Alhasil yang terjadi kadang gak sedikit yang memicu keributan di pinggir jalan, ini konyol menurut  Elang.

Maka dari itu via tulisan ini Elang ingin sampaikan, kalau mau aman dan selamat di jalan yuk budayakan sabar dan jangan baperan. Kalau prinsip Elang di jalan sekarang lebih cenderung berpikir positif terhadap pengendara lain dan kasih jalan.

Maksudnya jika tiba-tiba ada yang menyalip secara urakan anggap saja mungkin doi lagi terburu-buru walau sebenarnya manuver zig zag seperti itu berbahaya dan tidak dibenarkan.

Atau lagi asyik-asyik jalan dari arah belakang terdengar motor dengan knalpot bising 'sedikit' arogan ingin minta jalan. Yo wis disinilah prilaku defensive riding diperlukan, rajin-rajin cek spion biar gak kaget dengan manuver tiba-tiba kendaraan di belakang. Kalau ketemu bikers seperti itu lebih baik kasih jalan sedikit. Jangan dibawa ke perasaan, toh begitu kasih lewat masalah langsung kelar kita bisa lanjutkan perjalanan dengan tenang.

Nah masih banyak lagi manuver atau kejadian-kejadian di jalanan yang bisa memicu emosi seseorang sesama pengguna jalan. Intinya kedepankan sikap sabar dan saling menghargai pengguna jalan lain. Ingatt loh kita pergi bekerja itu mencari keberkahan, kalau perjalanan menuju tempat kerja diawali dengan arogansi dan zholim terhadap pengguna jalan lain ya letak keberkahan aktivitas hari itu dimana?

Yuk mulai belajar sabar di jalan yang semakin padat khususnya di kota-kota besar, ada gesekan kecil di jalan anggap sambil lalu aja jangan dibawa perasaan.


Kolumnis adalah fitur citizen journalism, setiap konten (teks, foto, video dan infografis) menjadi tanggung jawab kolumnis (penulis) itu sendiri. Redaksi Otojurnalisme.com tidak bertanggungjawab atas segala tuntutan dari pihak manapun atas konten yang ditayangkan oleh kolumnis.
SHARE THIS ARTICLE :

Profile

Elang
elang.otojurnalisme.com

Join Date : Rabu, 19/10/2016 19:57

Pojok Kolumnis


ARIPITSTOP
Aripitsto
OtoXplore
Otoxplore
Dhika
Dhika
Elang
Elang
Rilis
Rilis
Otowheel
Otowheel
ZonaVanza
Zonavanza
Rider
Rider

Video

logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: [email protected]
Facebook
Twitter